Senin, 12 September 2016

GOOGLE DATA CENTER

Google membangun 3 data center di Asia Pasifik, Indonesia tdk termasuk
Google telah mempersiapkan dana sebesar US$200juta untuk membangun 3 data center di kawasan Asia Pasific untuk menunjang infrastruktur jaringannya.
Dilansir Info Teknologi dari Forbes, Google dilaporkan telah membeli tanah di negara Hongkong, Taiwan dan Singapura yang akan digunakan sebagai lokasi data center.
Tidak tanggung-tanggung Google akan menghabiskan masing-masing US$100juta untuk pembangunan data center di Taiwan dan Hongkong yang direncanakan akan selesai pembangunannya dalam 1-2 tahun (untuk Singapura jumlahnya belum diketahui).
Datacenter Singapura akan dibangun di Jurong West (luas tanah 2,45 hektar), di Taiwan tanah seluas 15 hektar telah dibeli Google di kawasan Changhua; sementara di Hongkong, data center Google akan dibangun di tanah seluas 2,7 hektar di Kownloon.

Sampai saat ini Google telah memiliki 8 data center di seluruh dunia yang berlokasi di Amerika (6) dan Eropa (2). Sementara untuk Asia, Google memiliki 15 kantor yang tersebar di beberapa negara dengan jumlah pekerja lebih dari ribuan orang.
Kemudian penulis Infoteknologi bertanya-tanya, Apa kabar ivestasi Google di Indonesia yang terancam gagal karena pemerintah (Menkominfo) bersikeras supaya Google membangun data center di Indonesia sebelum melakukan investasi ?
Padahal kalau dianalisa secara geografis, Indonesia, khususnya kota Jakarta sangat tepat menjadi lokasi data center; Google bisa membangun data center dengan teknologi berpendingin air laut seperti yang dibangun di Hamina, Finlandia.
Tapi tentu saja berbeda dengan di Finlandia, Google nantinya bisa men-“serahkan pada ahlinya” yaitu Gubernur DKI Jakarta untuk menggunakan Air Banjir sebagai pendingin data center (upss maaf, maksud saya “genangan air”…)


Google Juga Bangun Data Center Senilai Rp 8,19 Triliun

Salah satu data center Google yang berada di Amerika Serikat (dok.Google)
Raksasa Internet Google berencana membangun pusat data baru yang berlokasi di Tennessee, Amerika Serikat pada awal 2016.

Tidak tanggung-tanggung, Google menginvestasikan Rp 8,19 triliun untuk membangun fasilitas itu. Rencananya seluruh proses pembangunan bakal rampung dalam waktu dua tahun ke depan.

Data center yang akan dibangun ini menjadi pusat data kelima belas milik Google, dan bakal beroperasi layaknya pusat data yang lain. Di sini Google akan menyokong jaringan Internet di mana seluruh informasi akan disimpan dan diakses oleh pengguna Google.


“Keamanan data adalah hal yang sangatlah penting. Satu dari tiap 10 pekerja di sini akan memiliki peran untuk mendukung keamanan,” tegas Ron Bailey, wakil presiden Business development with The Greater Jackson County Chamber of Commerce in Scottsboro, Alabama.

Awal 2015 lalu Google sempat mengungkap isi salah satu pusat data mereka. Tempat yang diklaim sebagai salah satu 'otak informasi' Google ini dihiasi oleh deretan sistem komputer besar bak labirin raksasa yang membingungkan.

Ruangan yang juga dihiasi oelh pemandangan untaian kabel berwarna-warni inilah yang akan menjadi tempat pemprosesan permintaan pencarian internet dari orang-orang di seluruh dunia.


Sistem-sistem komputer ini menjalankan lebih dari 100 ribu server yang memiliki cangkupan ke seluruh dunia dan saling berinteraksi dengan kecepatan super cepat, yaitu 10Gb/s pada jaringan 'Jupiter'.

Untuk bisa memenuhi kebutuhan netizen dunia, Google menyadari pihaknya harus membangun sendiri fasilitas yang mumpuni.

“10 tahun lalu, kami menyadari kami tidak bisa membeli sebuah jaringan pusat data yang bisa memenuhi kombinasi kebutuhan dari skala dan kecepatan yang kami butuhkan, maka dari itu kami membangun sendiri infrastruktur jaringan untuk perangkat keras dan perangkat lunak bagi pusat data kami, ungkap Amin Vahdat dari Google.

Saat ini, generasi terbaru dari jaringan 'Jupiter' milik perusahaan yang didirikan oleh Larry Page dan Sergey Brin ini telah mengalami meningkatkan kapasitasnya menjadi 100 kali lebih efektif, dengan menyalurkan lebih dari satu petabit/detik dari total bandwidth bitesection.


Data center terbaru milik Gogle ini akan membantu mengatur lalu lintas informasi netizen di seluruh dunia, bersama dengan fasilitas lainnya yang berada di Singapura, Taiwan, Finlandia, Belanda, Irlandia, Belgia, dan tentunya Amerika Serikat.

Google ingin menjaga performanya sebagai perusahaan yang terkenal sebagai analisis 'Big Data' dan dikenal memiliki infrastruktur dengan kecepatan dan performa yang bisa diandalkan.

“Dengan mempunyai infrastruktur komputer yang terdistribusi secara luar biasa nantinya kami dapat menyediakan jaringan 'berkelas dunia' yang bisa menghubungkan server bersama.” kata Vahdat.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

© MeleeyBlog | Blogger Template by Enny Law