Kamis, 20 Oktober 2016

CISCO SYSTEM

merupakan perusahaan global dalam bidang telekomunikasi yang bermarkas di San José, California, Amerika Serikat. Perusahaan ini didirikan pada tahun 1984. Perusahaan ini mempekerjakan 51.480 pekerja.

Gambaran Perusahaan
Produk dari perusahaan ini dapat ditemukan dari ruang tamu sampai ke perusahaan yang bergerak untuk skala internasional.Visi dari Cisco System.Inc (Cisco) yaitu “mengubah bagaimana cara hidup,bekerja,bermain dan belajar”,dan bagian dari Slogan dari Cisco adalah “ Selamat datang kedalam dunia Jaringan “ (welcome to the human network).Cisco adalah salah satu produk untuk Teknologi Informasi nomor satu didunia,terutama untuk sytem,perangkat keras jaringan serta telekomunikasinya.
Deskripsi Bisnis Perusahaan
Cisco System (Cisco) menjual jaringan dan komunikasi teknologi, peralatan dan pelayanan untuk transportasi data, suara dan video ke seluruh dunia. Produk perusahaan dan pelayanan terdiri dari beberapa kategori diantaranya adalah router, swicth, network access, IP telephony, keamanan, Jaringan fiber optik, jaringan data center, jaringan via sinyal, jaringan untuk rumah, dukungan layanan teknis dan pelayanan jaringan.
Produk Cisco di tujukan kepada korporate bisnis, institusi umum, perusahaan telekomunikasi dan segala jenis ukuran bisnis juga sampai ke rumah rumah. Perusahaan Cisco juga menyediakan produk yang digunakan untuk mengantar data, suara, video untuk antar gedung, antar kampus dan seluruh dunia. Model pengelolaan bisnis Cisco lebih ke globalisasi dan termanagement melalui 5 bagian negara yaitu ; Canada, Eropa, Asia pasifik dan jepang serta market yang ada.
Untuk Sekedar informasi, bisnis perusahaan ini bergerak di dua bagian segment yaitu produk dan pelayanan. Dan untuk kedepan, produk akan dibagi lagi menjadi 4 bagian yaitu : router, switches, teknologi terbaru dan yang lainnya.
Produk Cisco routing menawarkan fitur yang terdepan untuk menaikkan kemampuan system, keamanan, kestabilan dan performa yang baik dalam pengiriman data informasi. Teknologi Routing di ciptakan untuk Internet dan intranet. Router digunakan untuk menyambungkan beberapa jaringan komputer, mengantarkan informasi, diantaranya data, suara dan video untuk satu jaringan ke jaringan lain. Perusahaan Cisco menawarkan router dengan beberapa penawaran, untuk perusahaan yang bergerak di bagian infrastruktur jaringan, untuk ISP (Internet Service Provider) dan perusahaan besar yang menggunakan router untuk diakses oleh semua orang.
Produk Cisco Switching menawarkan bermacam macam model koneksi yang digunakan oleh pelanggan. Kumpulan komputer dan server dan fungsi untuk mengumpulkan semua LAN (Local Area Network), MAN (Metropolitan Area Network) dan WAN (Wide Area Network). Switch adalah produk yang menggabungkan beberapa teknologi jaringan yang digunakan untuk gedung gedung dan kampus yang biasanya disebut LAN dan untuk melalui beberapa kota biasa disebut dengan MAN, serta teknologi yang melalui beberapa daerah yang biasa disebut dengan WAN. Cisco mengenalkan beberapa produk diantaranya: Ethernet, gigabit Ethernet, 10-gigabit Ethernet, sikronis transfer data, SONET (packet over synchronous optical network) dan multi-protocol label switching.
Keuntungan teknologi Cisco untuk kedepannya menawarkan produk dan pelayanan melalui jaringan komputer serta komunikasi. Kategori dari produk dan pelayanan yang ditawarkan termasuk aplikasi pelayanan jaringan, jaringan rumah, perusahaan kecil, jaringan optik, keamanan, jaringan data center, komunikasi, sistem video dan teknologi wireless.
Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Cisco_Systems




Memisah Bandwidth Lokal dan Internasional

Selama mengelola Mikrotik Indonesia, banyak sekali muncul pertanyaan bagaimana cara melakukan pemisahan queue untuk trafik internet internasional dan trafik ke internet Indonesia (OpenIXP dan IIX). Di internet sebetulnya sudah ada beberapa website yang menampilkan cara pemisahan ini, tapi kami akan coba menampilkan kembali sesederhana mungkin supaya mudah diikuti.
Pada artikel ini, kami mengasumsikan bahwa:
1.     Router Mikrotik melakukan Masquerading / src-nat untuk client. Client menggunakan IP privat.
2.     Gateway yang digunakan hanya satu, baik untuk trafik internasional maupun IIX.
3.     Anda bisa menggunakan web-proxy internal ataupun tanpa web-proxy. Jika Anda menggunakan web-proxy, maka ada beberapa tambahan rule yang perlu dilakukan. Perhatikan bagian NAT dan MANGLE pada contoh di bawah ini.
Jika ada parameter di atas yang berbeda dengan kondisi Anda di lapangan, maka konfigurasi yang ada di artikel ini harus Anda modifikasi sesuai dengan konfigurasi network Anda. 

Pengaturan Dasar 

Untuk mempermudah pemberian contoh, kami mengupdate nama masing-masing interface sesuai dengan tugasnya masing-masing. 
 
[admin@MikroTik] > /interface pr
Flags: X - disabled, D - dynamic, R - running
#    NAME            TYPE   RX-RATE  TX-RATE  MTU
0  R ether-public     ether  0        0       1500
1  R ether-local      ether  0        0       1500
Untuk klien, akan menggunakan blok IP 192.168.0.0/24, dan IP Address 192.168.0.1 difungsikan sebagai gateway dan dipasang pada router, interface ether-local. Klien dapat menggunakan IP Address 192.168.0-2 hingga 192.168.0.254 dengan subnet mask 255.255.255.0. 
 
[admin@MikroTik] > /ip ad pr
Flags: X - disabled, I - invalid, D - dynamic
# ADDRESS         NETWORK     BROADCAST     INTERFACE
0 202.0.0.1/24    202.0.0.0   202.0.0.255   ether-public  
1 192.168.0.1/24  192.168.0.0 192.168.0.255 ether-local
Jangan lupa melakukan konfigurasi DNS server pada router, dan mengaktifkan fitur "allow remote request".
Karena klien menggunakan IP private, maka kita harus melakukan fungsi src-nat seperti contoh berikut. 
 
[admin@MikroTik] > /ip fi nat pr
Flags: X - disabled, I - invalid, D - dynamic
 0   chain=srcnat out-interface=ether-public
     action=masquerade
Jika Anda menggunakan web-proxy transparan, Anda perlu menambahkan rule nat redirect, seperti terlihat pada contoh di bawah ini (rule tambahan yang tercetak tebal). 
 
[admin@MikroTik] > /ip fi nat pr
Flags: X - disabled, I - invalid, D - dynamic
0  chain=srcnat out-interface=ether-public
   action=masquerade
1  chain=dstnat in-interface=ether-local protocol=tcp
   dst-port=80 action=redirect to-ports=8080
Jangan lupa mengaktifkan fitur web-proxy, dan men-set port layanan web-proxynya, dan disesuaikan dengan port redirect pada contoh di atas.
CEK: Pastikan semua konfigurasi telah berfungsi baik. Lakukanlah ping (baik dari router maupun dari klien) ke luar network Anda secara bergantian.
Pengaturan IP Address List
Mulai Mikrotik RouterOS versi 2.9, dikenal dengan fitur yang disebut IP Address List. Fitur ini adalah pengelompokan IP Address tertentu dan setiap IP Address tersebut bisa kita namai. Kelompok ini bisa digunakan sebagai parameter dalam mangle, firewall filter, nat, ataupun queue.
Mikrotik Indonesia telah menyediakan daftar IP Address yang diadvertise di OpenIXP dan IIX, yang bisa didownload dengan bebas di URL: http://www.mikrotik.co.id/getfile.php?nf=nice.rsc
File nice.rsc ini dibuat secara otomatis di server Mikrotik Indonesia setiap jam, dan merupakan data yang telah dioptimalkan untuk menghilangkan duplikasi entri dan tumpang tindih subnet. Saat ini jumlah baris pada script tersebut berkisar 7000 baris

Pengaturan Mangle
Langkah selanjutnya adalah membuat mangle. Kita perlu membuat 1 buah connection mark dan 2 buah packet mark, masing-masing untuk trafik internasional dan lokal. 
 
[admin@MikroTik] > /ip firewall mangle pr
Flags: X - disabled, I - invalid, D - dynamic

0 chain=prerouting in-interface=ether-local
  dst-address-list=nice
  action=mark-connection new-connection-mark=conn-iix
  passthrough=yes

1 chain=prerouting connection-mark=conn-iix
  action=mark-packet new-packet-mark=packet-iix
  passthrough=no

2 chain=prerouting action=mark-packet
  new-packet-mark=packet-intl passthrough=no
 
Untuk rule #0, pastikanlah bahwa Anda memilih interface yang mengarah ke client. Untuk chain, kita menggunakan prerouting, dan untuk kedua packet-mark, kita menggunakan passthrough=no.
Jika Anda menggunakan web-proxy internal dan melakukan redirecting trafic, maka Anda membuat 2 buah rule tambahan seperti contoh di bawah ini (rule tambahan yang tercetak tebal). 
 
[admin@MikroTik] > /ip firewall mangle pr
Flags: X - disabled, I - invalid, D - dynamic

0 chain=prerouting in-interface=ether-local
  dst-address-list=nice
  action=mark-connection new-connection-mark=conn-iix
  passthrough=yes

1 chain=prerouting connection-mark=conn-iix
  action=mark-packet new-packet-mark=packet-iix
  passthrough=no

2 chain=output connection-mark=conn-iix
  action=mark-packet new-packet-mark=packet-iix
  passthrough=no

3 chain=prerouting action=mark-packet
  new-packet-mark=packet-intl passthrough=no

4 chain=output action=mark-packet
  new-packet-mark=packet-intl passthrough=no
http://mikrotik.co.id/images/line.gif
Pengaturan Simple Queue
Untuk setiap client, kita harus membuat 2 buah rule simple queue. Pada contoh berikut ini, kita akan melakukan limitasi untuk IP client 192.168.0.2/32, dan kita akan memberikan limitasi iix (up/down) sebesar 64k/256k, dan untuk internasional sebesar (up/down) 32k/128k. 
 
[admin@MikroTik]> /queue simple pr
Flags: X - disabled, I - invalid, D - dynamic
0 name="client02-iix" target-addresses=192.168.0.2/32
  dst-address=0.0.0.0/0 interface=all parent=none
  packet-marks=packet-iix direction=both priority=8
  queue=default-small/default-small limit-at=0/0
  max-limit=64000/256000 total-queue=default-small

1 name="client02-intl" target-addresses=192.168.0.2/32
  dst-address=0.0.0.0/0 interface=all parent=none
  packet-marks=packet-intl direction=both priority=8
  queue=default-small/default-small limit-at=0/0
  max-limit=32000/128000 total-queue=default-small
http://mikrotik.co.id/images/line.gif
Pengecekan Akhir
Setelah selesai, lakukanlah pengecekan dengan melakukan akses ke situs lokal maupun ke situs internasional, dan perhatikanlah counter baik pada firewall mangle maupun pada simple queue.

Anda juga dapat mengembangkan queue type menggunakan pcq sehingga trafik pada setiap client dapat tersebar secara merata.

sumber : http://mikrotik.co.id/artikel_lihat.php?id=23

Memisah Bandwidth Lokal dan Internasional

Selama mengelola Mikrotik Indonesia, banyak sekali muncul pertanyaan bagaimana cara melakukan pemisahan queue untuk trafik internet internasional dan trafik ke internet Indonesia (OpenIXP dan IIX). Di internet sebetulnya sudah ada beberapa website yang menampilkan cara pemisahan ini, tapi kami akan coba menampilkan kembali sesederhana mungkin supaya mudah diikuti.
Pada artikel ini, kami mengasumsikan bahwa:
1.     Router Mikrotik melakukan Masquerading / src-nat untuk client. Client menggunakan IP privat.
2.     Gateway yang digunakan hanya satu, baik untuk trafik internasional maupun IIX.
3.     Anda bisa menggunakan web-proxy internal ataupun tanpa web-proxy. Jika Anda menggunakan web-proxy, maka ada beberapa tambahan rule yang perlu dilakukan. Perhatikan bagian NAT dan MANGLE pada contoh di bawah ini.
Jika ada parameter di atas yang berbeda dengan kondisi Anda di lapangan, maka konfigurasi yang ada di artikel ini harus Anda modifikasi sesuai dengan konfigurasi network Anda. 

Pengaturan Dasar 

Untuk mempermudah pemberian contoh, kami mengupdate nama masing-masing interface sesuai dengan tugasnya masing-masing. 
 
[admin@MikroTik] > /interface pr
Flags: X - disabled, D - dynamic, R - running
#    NAME            TYPE   RX-RATE  TX-RATE  MTU
0  R ether-public     ether  0        0       1500
1  R ether-local      ether  0        0       1500
Untuk klien, akan menggunakan blok IP 192.168.0.0/24, dan IP Address 192.168.0.1 difungsikan sebagai gateway dan dipasang pada router, interface ether-local. Klien dapat menggunakan IP Address 192.168.0-2 hingga 192.168.0.254 dengan subnet mask 255.255.255.0. 
 
[admin@MikroTik] > /ip ad pr
Flags: X - disabled, I - invalid, D - dynamic
# ADDRESS         NETWORK     BROADCAST     INTERFACE
0 202.0.0.1/24    202.0.0.0   202.0.0.255   ether-public  
1 192.168.0.1/24  192.168.0.0 192.168.0.255 ether-local
Jangan lupa melakukan konfigurasi DNS server pada router, dan mengaktifkan fitur "allow remote request".
Karena klien menggunakan IP private, maka kita harus melakukan fungsi src-nat seperti contoh berikut. 
 
[admin@MikroTik] > /ip fi nat pr
Flags: X - disabled, I - invalid, D - dynamic
 0   chain=srcnat out-interface=ether-public
     action=masquerade
Jika Anda menggunakan web-proxy transparan, Anda perlu menambahkan rule nat redirect, seperti terlihat pada contoh di bawah ini (rule tambahan yang tercetak tebal). 
 
[admin@MikroTik] > /ip fi nat pr
Flags: X - disabled, I - invalid, D - dynamic
0  chain=srcnat out-interface=ether-public
   action=masquerade
1  chain=dstnat in-interface=ether-local protocol=tcp
   dst-port=80 action=redirect to-ports=8080
Jangan lupa mengaktifkan fitur web-proxy, dan men-set port layanan web-proxynya, dan disesuaikan dengan port redirect pada contoh di atas.
CEK: Pastikan semua konfigurasi telah berfungsi baik. Lakukanlah ping (baik dari router maupun dari klien) ke luar network Anda secara bergantian.
Pengaturan IP Address List
Mulai Mikrotik RouterOS versi 2.9, dikenal dengan fitur yang disebut IP Address List. Fitur ini adalah pengelompokan IP Address tertentu dan setiap IP Address tersebut bisa kita namai. Kelompok ini bisa digunakan sebagai parameter dalam mangle, firewall filter, nat, ataupun queue.
Mikrotik Indonesia telah menyediakan daftar IP Address yang diadvertise di OpenIXP dan IIX, yang bisa didownload dengan bebas di URL: http://www.mikrotik.co.id/getfile.php?nf=nice.rsc
File nice.rsc ini dibuat secara otomatis di server Mikrotik Indonesia setiap jam, dan merupakan data yang telah dioptimalkan untuk menghilangkan duplikasi entri dan tumpang tindih subnet. Saat ini jumlah baris pada script tersebut berkisar 7000 baris

Pengaturan Mangle
Langkah selanjutnya adalah membuat mangle. Kita perlu membuat 1 buah connection mark dan 2 buah packet mark, masing-masing untuk trafik internasional dan lokal. 
 
[admin@MikroTik] > /ip firewall mangle pr
Flags: X - disabled, I - invalid, D - dynamic

0 chain=prerouting in-interface=ether-local
  dst-address-list=nice
  action=mark-connection new-connection-mark=conn-iix
  passthrough=yes

1 chain=prerouting connection-mark=conn-iix
  action=mark-packet new-packet-mark=packet-iix
  passthrough=no

2 chain=prerouting action=mark-packet
  new-packet-mark=packet-intl passthrough=no
 
Untuk rule #0, pastikanlah bahwa Anda memilih interface yang mengarah ke client. Untuk chain, kita menggunakan prerouting, dan untuk kedua packet-mark, kita menggunakan passthrough=no.
Jika Anda menggunakan web-proxy internal dan melakukan redirecting trafic, maka Anda membuat 2 buah rule tambahan seperti contoh di bawah ini (rule tambahan yang tercetak tebal). 
 
[admin@MikroTik] > /ip firewall mangle pr
Flags: X - disabled, I - invalid, D - dynamic

0 chain=prerouting in-interface=ether-local
  dst-address-list=nice
  action=mark-connection new-connection-mark=conn-iix
  passthrough=yes

1 chain=prerouting connection-mark=conn-iix
  action=mark-packet new-packet-mark=packet-iix
  passthrough=no

2 chain=output connection-mark=conn-iix
  action=mark-packet new-packet-mark=packet-iix
  passthrough=no

3 chain=prerouting action=mark-packet
  new-packet-mark=packet-intl passthrough=no

4 chain=output action=mark-packet
  new-packet-mark=packet-intl passthrough=no
http://mikrotik.co.id/images/line.gif
Pengaturan Simple Queue
Untuk setiap client, kita harus membuat 2 buah rule simple queue. Pada contoh berikut ini, kita akan melakukan limitasi untuk IP client 192.168.0.2/32, dan kita akan memberikan limitasi iix (up/down) sebesar 64k/256k, dan untuk internasional sebesar (up/down) 32k/128k. 
 
[admin@MikroTik]> /queue simple pr
Flags: X - disabled, I - invalid, D - dynamic
0 name="client02-iix" target-addresses=192.168.0.2/32
  dst-address=0.0.0.0/0 interface=all parent=none
  packet-marks=packet-iix direction=both priority=8
  queue=default-small/default-small limit-at=0/0
  max-limit=64000/256000 total-queue=default-small

1 name="client02-intl" target-addresses=192.168.0.2/32
  dst-address=0.0.0.0/0 interface=all parent=none
  packet-marks=packet-intl direction=both priority=8
  queue=default-small/default-small limit-at=0/0
  max-limit=32000/128000 total-queue=default-small
http://mikrotik.co.id/images/line.gif
Pengecekan Akhir
Setelah selesai, lakukanlah pengecekan dengan melakukan akses ke situs lokal maupun ke situs internasional, dan perhatikanlah counter baik pada firewall mangle maupun pada simple queue.

Anda juga dapat mengembangkan queue type menggunakan pcq sehingga trafik pada setiap client dapat tersebar secara merata.

sumber : http://mikrotik.co.id/artikel_lihat.php?id=23

Senin, 12 September 2016

FACEBOOK DATA CENTER



The Facebook Data Center FAQ


Dengan lebih dari 900 juta pengguna aktif, Facebook adalah situs tersibuk di Internet dan telah membangun infrastruktur yang luas untuk mendukung pertumbuhan yang cepat ini. situs jejaring sosial diluncurkan pada bulan Februari 2004, awalnya keluar dari kamar asrama pendiri Facebook Mark Zuckerberg di Harvard University dan menggunakan server tunggal. server web perusahaan dan unit penyimpanan sekarang disimpan di pusat data di seluruh negeri.

Setiap pusat data rumah ribuan server komputer, yang jaringan bersama-sama dan terkait dengan dunia luar melalui kabel serat optik. Setiap kali Anda berbagi informasi di Facebook, server data pusat-pusat menerima informasi dan mendistribusikannya ke jaringan teman.

Kami telah menulis banyak tentang infrastruktur Facebook, dan telah mengumpulkan informasi ini menjadi serangkaian pertanyaan yang sering diajukan. Berikut Facebook Data Center FAQ (atau "Semuanya Anda Pernah Ingin Tahu Tentang Pusat Data Facebook").
Bagaimana besar adalah Facebook Infrastruktur Internet?

Facebook saat ini situs web yang paling populer di dunia, dengan lebih dari 1 triliun tampilan halaman setiap bulan, menurut metrik dari layanan Google DoubleClick. Facebook saat ini menyumbang sekitar 9 persen dari semua lalu lintas internet, sedikit lebih dari Google, menurut Hitwise.

Facebook membutuhkan infrastruktur penyimpanan yang besar untuk rumah persediaan yang sangat besar dari foto, yang tumbuh terus sebagai pengguna menambahkan 300 juta foto baru setiap hari. Selain itu, infrastruktur perusahaan harus mendukung layanan platform untuk lebih dari 1 juta situs web dan 550.000 aplikasi yang menggunakan platform Facebook Connect.

Untuk mendukung kegiatan besar, Facebook telah membangun dua pusat data yang besar, memiliki dua lagi sedang dibangun, dan sewa ruang server tambahan sedikitnya sembilan pusat data di kedua pantai Amerika Serikat. Lebih dari 70 persen dari penonton Facebook adalah di negara-negara lain, mendorong Facebook untuk mengumumkan non-AS. Data center pertama di Lulea, Swedia.

armada besar perusahaan server dan penyimpanan harus bekerja sama mulus untuk memberikan setiap halaman Facebook, kata perusahaan itu. "Memuat halaman rumah pengguna biasanya membutuhkan mengakses ratusan server, pengolahan puluhan ribu potongan individu dari data, dan memberikan informasi yang dipilih dalam waktu kurang dari satu detik," kata perusahaan itu.

Untuk sebagian besar sejarahnya, Facebook telah berhasil infrastruktur oleh penyewaan ruang pusat "grosir" data dari tuan tanah pihak ketiga. penyedia grosir membangun pusat data, termasuk mengangkat lantai ruang teknis dan kekuatan dan infrastruktur pendinginan, dan kemudian menyewa fasilitas selesai. Dalam model grosir, pengguna dapat menempati ruang data center mereka di sekitar lima bulan, bukan 12 bulan yang dibutuhkan untuk membangun sebuah pusat data utama. Ini telah memungkinkan Facebook untuk skala cepat untuk mengimbangi pertumbuhan penonton.


Di mana Pusat Data Facebook Terletak?

Januari 2010 Facebook mengumumkan rencana untuk membangun pusat data sendiri, dimulai dengan sebuah fasilitas di Prineville, Oregon. Ini biasanya memerlukan lebih besar investasi di muka dalam konstruksi dan peralatan, tetapi memungkinkan kustomisasi lebih besar dari daya dan pendinginan infrastruktur. Jaringan sosial sejak telah mengumumkan rencana untuk pusat data di Forest City, North Carolina (November 2010) dan Lulea, Swedia (Oktober 2011). perusahaan telah membawa fasilitas di Prineville dan North Carolina online, dan mulai bekerja pada pusat data kedua di kedua kampus.

Facebook saat ini sewa ruang di sekitar enam pusat data yang berbeda di Silicon Valley, yang terletak di Santa Clara dan San Jose, dan setidaknya satu di San Francisco. Perusahaan juga telah menyewa ruang di tiga grosir fasilitas data center di Ashburn, Virginia. Kedua Santa Clara dan Ashburn adalah kunci hub pusat data, di mana ratusan jaringan serat bertemu dan berhubungan, membuat mereka ideal untuk perusahaan yang isinya didistribusikan secara luas.

Jika pertumbuhan Facebook terus pada tingkat saat ini, kemungkinan akan membutuhkan jaringan yang lebih besar dari pusat data perusahaan-dibangun, seperti yang terlihat dengan Google, Microsoft, Yahoo dan eBay.

How Big Are Facebook’s Server Farms?

Facebook tumbuh, kebutuhan data center yang tumbuh bersama dengan itu. Data baru pusat Oregon diumumkan sebagai 147.000 kaki persegi. Tapi seperti konstruksi mendapat bergulir, perusahaan ini mengumumkan rencana untuk menambahkan tahap kedua untuk proyek, yang akan menambah 160.000 kaki persegi. Yang membawa ukuran total fasilitas Prineville ke 307.000 kaki persegi ruang - lebih besar dari dua toko Wal-Mart. Fasilitas North Carolina adalah tentang ukuran yang sama.

Di pusat-pusat data disewakan di mana ia beroperasi, Facebook biasanya sewa antara 2,25 megawatt dan 6 megawatt kapasitas daya, atau antara 10.000 dan 35.000 kaki persegi ruang. Karena pentingnya daya untuk pusat data, sebagian besar tuan tanah sekarang penawaran harga menggunakan kekuasaan sebagai tolok ukur, dengan megawatt menggantikan kaki persegi sebagai patokan utama untuk penawaran real estate.


© MeleeyBlog | Blogger Template by Enny Law